Anak Merupakan Kekuatan Yang Luar Biasa Bagi Orangtua

ditulis oleh : Sri Paryati Sunday, 30 November 2014 0 comments
Minum susu dalam botol 
Memiliki keturunan (anak) merupakan dambakan semua orang. Anak merupakan salah satu penyemangat untuk menjalani kehidupan. Ketika anak sudah hadir, banyak sekali perubahan yang terjadi pada kita.  Akan semakin bahagia dan percaya diri untuk menghadapi apapun, demi buah hati.

Pada awal kehadirannya memang terasa sulit, tengah malam menangis dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yang ada juga ikut menangis. Tapi tahapan tahapan seperti inilah yang sangat fantastis. Ini yang menjadi pembelajaran serta pengalaman baru bagi orangtua yang baru saja dikaruniai buah hati.

Ketika anak sudah beranjak dewasa, semakin menjadi kekuatan bagi orangtua.

Permasalahan apapun terasa ringan ketika kita melihat senyum manisnya.

Menjadi ibu rumah tangga mungkin pekerjaan tersulit yang pernah ada.

"Tapi aku lebih bahagia dan merasa sangat percaya diri serta berani menghadapi apapun, semua ini berkat anankku ( Qiral Bima Josha )".

Kata kata itulah yang pasti akan diucapkan orangtua untuk buah hati tercinta.

Baca Selengkapnya ....

Belajar Mandiri Dengan Memakai Sepatu Sendiri

ditulis oleh : Sri Paryati Saturday, 29 November 2014 2 comments
Model Sepatu Anak 
Bimbingan Belajar Anak - Pernahkah ayah atau bunda melihat putra putri nya memakai sepatu atau alas kaki kepunyaan ayah bunda. Dengan penuh rasa percaya diri mereka memakainya meskipun ukuranya lebih besar atau sangat besar dari ukuran kaki anak-anak. Dengan bangga mereka berjalan kesana kemari memperlihatkan bahwasanya dia bisa memakai sepatu dengan benar (menurut mereka).

Untuk bisa menggunakan sepatu sendiri tentu saja membutuhkan latihan.  Tahapan yang dilalui tentu saja tidak sama antara anak satu dengan yang lain.

Maka dari itu, membiasakan anak untuk mandiri dalam hal sekecil apapun harus dimulai sejak dini.  Ini akan berpengaruh pada kemandirian anak pada saat dewasa kelak.

Anak sudah bisa dilatih untuk menggunakan sepatu sendiri sekitar umur 2 sampai 4 tahun.  Dengan penuh kesabaran tentunya Anak sudah bisa diajari memakai sepatu dengan benar.  Melatih anak memakai sepatu harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan.  Tidak harus ada kata-kata kasar serta cubitan. Ini akan menambah stimulasi anak belajar memakai sepatu sendiri berjalan dengan cepat.

Usia balita (bawah lima tahun) merupakan usia belajar yang mudah dengan catatan adanya bimbingan serta diberi contoh yang benar maka balita akan sanggup untuk menirukannya.

Usia minimal 2 tahun, anak biasanya sudah mampu memasukkan sendiri kakinya ke dalam sepatu. Meskipun mereka belum mengetahui mana sepatu untuk kaki kanan maupun untuk kaki kiri.

Memasuki usia 3 tahun, mereka sudah mulai bisa memakai sepatu sendiri. Ada yang sudah bisa mengetahui antara sepatu kanan dan kiri.  Mereka bisa membedakan antara kanan dan kiri karena kebiasaan setiap harinya menggunakan alas kaki dan ketika mereka salah memakainya maka tugas dari orangtua untuk mengingatkan atau membimbingnya.

Ada beberapa tips dibawah ini, untuk anak lebih mudah belajar memakai sepatu sendiri:
  • Sepatu yang cocok dengan usianya.  Setiap umur anak pasti memiliki model yang tidak sama. Orangtua harus lebih pintar dalam memilihnya. Jika anak usia 2 sampai 3 tahun tidak seharusnya dibelikan sepatu dengan hak yang tinggi.  Tidak perlu juga membelikan sepatu dengan model bertali. Cukup sepatu yang langsung pakai atau model kancing.  Ini jauh lebih mudah untuk proses belajar anak karena pada usia ini, anak baru bisa diperkenalkan dengan memasukkan kaki ke sepatu.
  • Jika anak sudah bisa memakai sepatu, langkah selanjutnya adalah membimbing anak untuk bisa membedakan antara kanan dan kiri. Orangtua cukup mengingatkan kepada anak ketika mereka salah menggunakan sepatu.  Kebiasaan inilah yang akan membuat anak lama kelamaan memahami antara sepatu kanan dan sepatu kiri.

Ingin melatih anak menjadi mandiri memang harus dilakukan dari dini.  Peran orangtua sangatlah penting agar hal ini berhasil.  Semoga bisa bermanfaat bagi anda yang ingin melatih anak memakai sepatu sendiri.

Baca Selengkapnya ....

Tips Ibu Hamil Saat Berkendara

ditulis oleh : Sri Paryati Thursday, 27 November 2014 2 comments
Tips Ibu Hamil 
Wanita hamil terkadang merasa ribet serta bingung apabila ingin bepergian menggunakan motor.

Ada yang beranggapan bahwa wanita hamil tidak diperbolehkan naik motor tetapi ada juga yang memperbolehkannya.

Setiap orang mempunyai pendapat yang tidak sama mengenai hal ini (wanita hamil naik motor ).

Beberapa pendapat mengatakan:
  • Wanita hamil tidak diperbolehkan naik motor dengan alasan resiko terhadap janin dalam kandungan.
  • Masih muda kandungannya dan ditakutkan resiko keguguran bisa mengancam.
Ada juga yang berpendapat bahwa wanita hamil boleh - holeh saja naik motor asalkan usia kandungan sudah besar karena pada usia kandungan ini kondisi janin sudah dianggap kuat. Sebenarnya untuk masalah kuat atau tidaknya janin tidak bisa diukur dengan usia kandungan yang masih muda atau sudah tua. Masing masing individu memiliki stamina atau daya tahan tubuh yang tidak sama. Ada juga yang meskipun usia kandungan sudah tua tetapi masih tetap dalam pengawasan dokter dengan alasan janin yang lemah dan tidak sekuat janin lain.

Lalu bagaimana dengan aktifitas yang harus tetap dilakukan oleh seorang ibu hamil yang mau tidak mau harus menggunakan motor sebagai alat transportasi setiap harinya?

Sebenarnya tidak ada larangan khusus bagi seorang ibu hamil untuk  naik motor, dengan syarat
  • Standar keamanan berkendara motor tetap dilaksanakan seperti memakai helm , memakai jaket / sweater.
  • Gunakan masker untuk terhindar dari polusi udara.
Apabila ibu hamil ingin mengendarai motor sendiri maka hal yang perlu diperhatikan adalah
  • Standar keamanan pengendara motor harus tetap dipakai.
  • Gunakan masker karena ibu hamil memiliki stamina tubuh yang berbeda dengan ibu ibu lainnya (ibu yang tidak hamil , sehingga sangat rentan terhadap terhadap penyakit.
  • Memakai korset. Fungsi dari korset sebenarnya tidak hanya untuk sarana diet agar perut kelihatan langsing akan tetapi untuk ibu hamil korset berfungsi untuk menahan goncangan - goncangan pada saat mengendarai motor. Penggunaan korset harus disesuaikan dengan usia kandungan.  Jangan sampai usia kandungan yang sudah besar tetapi menggunakan korset dengan ukuran yang kecil. Begitu juga sebaliknya.
  • Gunakan sepatu flat agar pada saat sewaktu waktu berhenti masih tetap nyaman dan aman. Hindari menggunakan sepatu ber hak tinggi karena bisa berpengaruh terhadap keseimbangan.
  • Pakailah sarung tangan agar tangan tidak licin apabila melakukan perjalanan yang lumayan jauh.  Karena jika tangan licin maka akan berpengaruh terhadap terhadap kegiatan gas, rem dan stang motor.
Posisi pada saat membonceng juga harus diperhatikan.  Posisi yang dianggap baik bagi ibu hamil adalah
  • Pada saat membonceng , posisi yang paling pas adalah ngangkang.
  • Kedua kaki dipijakkan dengan benar.
  • Kedua tangan memegang orang yang didepan dengan erat. Jangan asal asalan berpegangan karena jika sewaktu waktu di rem maka akan tetap aman.
Ketika usia kandungan sudah besar maka akan berpengaruh juga pada saat membonceng. Perut ibu yang sangat besar pasti akan menghalangi ibu dan orang yang berada didepannya ketika ingin berpegangan. Dalam kondisi seperti ini maka diperbolehkan untuk duduk menyamping.

Tapi ingat ....!!!! Kondisi hamil maupun tidak hamil sebenarnya membonceng menyamping adalah tidak aman. Kestabilan pengendara motor akan terganggu.

Yang perlu diperhatikan jika ingin membonceng menyamping adalah pengendara yang didepan harus menyadari bahwa yang diboncengin adalah seorang ibu hamil.

Semoga bermanfaat ya.....

Baca Selengkapnya ....

Cara memperkenalkan anak dengan sikat gigi

ditulis oleh : Sri Paryati Wednesday, 26 November 2014 3 comments
Rajin membersihkan gigi 
Bimbingan Belajar Anak - Ketika anak sudah mulai bisa menyikat giginya sendiri, ini merupakan kebahagiaan yang tak terhingga bagi orangtua. Artinya, usaha dan kerja keras selama ini ( membiasakan anak menggosok gigi ) membuahkan hasil yang memuaskan.

Bisa dibilang, membuat anak bisa terbiasa menggosok gigi 3 kali sehari yaitu pagi, sore dan menjelang tidur tidaklah mudah. Perlu kesabaran dan ketelatenan orangtua khususnya mama yang memiliki waktu lebih banyak bersama anak.

Masing masing orangtua memiliki sistem yang tidak sama dalam mengajarkan anak untuk menggosok gigi. Akan tetapi tujuan akhirnya tetaplah sama , ingin mengajarkan kepada anak untuk terhiasa hidup bersih dan sehat.

Ada beberapa tips memperkenalkan anak dengan sikat gigi beserta pasta gigi agar kedepannya anak bisa terbiasa melakukan hal tersebut. Diantaranya adalah:
  • Ketika anak masih berumur kurang lebih 3 sampai 4 bulan, anak sudah bisa diajarkan membersihkan mulutnya.  Pada usia tersebut anak belum tumbuh gigi jadi hanya bisa membersihkan gusi serta lidahnya secara perlahan menggunakan kain lembut.

  • Jika anak sudah mulai tumbuh gigi, anda bisa menyikat giginya dengan menggunakan sikat gigi terbuat dari bahan silikon. Cara menggunakannya adalah dengan memasukkan jari telunjuk mama ke sikat silikon tersebut dan digosokkan perlahan ke gigi serta gusi anak. Ingat , lakukan dengan perlahan dan penuh kesabaran karwna terkadang mulut anak susah untuk membuka lebar.

  • Tahapan menggunakan sikat gigi bisa diberikan ketika anak sudah bisa memegang sendiri gagang sikat gigi. Antara anak satu dengan yang lain tidak bisa disamakan. Mereka akan melihat ketika orangtua (mama/papa) pada saat menggosok giginya. Hal inilah yang masuk ke memori anak kemudian secara langsung akan dipraktekannya sendiri.

  • Pilihlah jenis pasta gigi yang aman bagi anak jika anda sudah mulai memberinya pasta gigi. Pasta gigi yang aman adalah pasta gigi yang tidak berbahaya jika sampai tertelan karena terkadang anak belum bisa membuang keluar semua pasta gigi yang ada di mulut.

  • Berikan sikat gigi dengan bulu bulu yang lembut agar pada saat anak menyikat giginya tidak merasa sakit akibat bulu sikat yang kasar.

  • Biarkan anak menyikat giginya sendiri. Ini membuat anak merasa dirinya dipercaya bahwa apa yang dilakukannya sudah benar. Setelah anak merasa sudah selesai menyikat gigi, tidak ada salahnya mama mengulanginya kembali ( menyikat gigi anak ).  Berikan alasan yang tepat pada saat mengulang untuk menyikat ulang gigi nya. Alasan yang tepat akan membuat anak mengerti dan tidak tersinggung.


Untuk membuat gigi putih dan bersih pada anak sebenarnya berawal dari kesabaran serta ketelatenan orangtua. Apakah anda merupakan orangtua yang menginginkan gigi putra/putrinya sehat? Yuk.....perkenalkan sikat gigi kepada anak sedari dini. Semangat ya....

Baca Selengkapnya ....

Bolehkah Anak Bermain Air Hujan?

ditulis oleh : Sri Paryati Monday, 24 November 2014 1 comments
Sedia Payung Sebelum Hujan 
Bimbingan Belajar Anak - Bermain merupakan hal yang menyenangkan bagi anak.  
Apapun permaian tersebut sampai terkadang bermain yang membahayakan pun dilakukannya. hal seperti itulah yang wajib diperhatikan oleh orangtua.

Ketika musim hujan tiba, anak-anak akan semakin senang mandi hujan, karena merupakan salah satu hal yang mereka sukai.  Kebanyakan orangtua akan melarang anaknya untuk mandi hujan dengan alasan kesehatan.  Kekhawatiran ini bisa dibilang sangat wajar.

Sesekali beri kesempatan anak untuk mandi hujan dengan catatan masih berada di sekitar atau lingkungan rumah.  Seperti di halaman rumah merupakan salah satu contoh tempat yang dirasa aman.  
Selain itu orangtua harus tetap mengawasinya agar anak tetap terpantau untuk tidak pergi keluar terlalu jauh dari rumah.
Cara Unik Bermain Air Hujan

Sehabis bermain di tengah derasnya air hujan, sesegera mungkin untuk dimandikan dengan air normal.  Kebanyakan orang memandikan anak menggunakan air hangat setelah bermain air hujan, ini justru akan menimbulkan perbedaan suhu yang sebelumnya dingin ( air hujan ) berubah menjadi hangat. Perubahan suhu yang drastis ini terkadang akan memuat badan menjadi kurang enak. 

Disarankan untuk menggunakan air biasa saja ( air kran ) agar tidak terjadi perubahan suhu yang drastis.

Tujuan membilas kembali setelah mandi hujan adalah agar badan terbebas dari segala kuman ataupun bakteri ketika asyik bermain hujan.

Nah, masih takutkah anda membiarkan buah hati nya mandi air hujan??

Baca Selengkapnya ....

Bimbingan Belajar Anak - Manfaat Anak Mengerjakan Pekerjaan Rumah

ditulis oleh : Sri Paryati Saturday, 22 November 2014 1 comments
Aktifitas Anak Selesai Belajar 
Bimbingan Belajar Anak - Ketika anak sudah mulai masuk ke bangku pendidikan, selain kegiatan belajar yang dilakukan di sekolahan tentu saja ada salah satu hal yang harus dikerjakan di rumah.  

Misalnya hal yang masih berhubungan dengan kegiatan belajar, yaitu mengerjakan pekerjaan rumah atau PR yang diberikan oleh guru kepada muridnya.

Anak seringkali mersa kesal atau bahkan malas untuk mengerjakan PR dari guru.  

Akan tetapi anak tidak mengetahui bahwa mengerjakan PR memiliki banyak sekali manfaat bagi mereka.  


Adapun manfaat mengerjakan PR diantaranya adalah :



  • 1. Mengulang pelajaran di sekolah.  Pekerjaan Rumah yang diberikan oleh guru sudah barang tentu berkaitan atau berhubungan dengan topik yang baru saja diberikan di sekolah.  Dengan mengerjakan PR maka anak akan mengulang kembali pelajaran yang diberikan hari ini.

  • 2. Menjadi mandiri,  Ketika anak mengerjakan PR nya, maka mau tidak mau akan berusaha sendiri mengerjakan tugas tersebut. Jika dirasa sudah mentok tidak bisa mengerjakan / menyelesaikan tugas barulah bertanya kepada orangtuanya.

  • 3. Meningkatkan kedisiplinan anak.  Mengerjakan PR merupakan salah satu hal yang membutuhkan kedisplinan setiap harinya. Anak akan melakukan kewajibannya untuk mengerjakan PR untuk mendapatkan nilai / penilaian yang baik dari guru pembimbingnya di sekolah.

  • 4. Memahami arti kewajiban.  Mengerjakan PR membantu anak dalam membiasakan diri menyelesaikan suatu kewajiban. Hal ini akan membantu anak untuk dapat menjalankan kewajian yang lainnya.

  • 5. Menciptakan hubungan yang baik dengan orangtua.  Pada saat anak mengerjakan PR nya dan mengalami kesulitan untuk mengerjakan maka mereka akan bertanya kepada orangtua. Hal seperti inilah yang menciptakan hubungan yang lebih dekat antara anak dan orangtua.

  • 6. Menciptakan rasa pecaya diri.  Anak akan berusaha sendiri sedapat mungkin untuk bisa mengerjakan PR dari sekolah tanpa bantuan orang lain. Ini yang akan menciptakan rasa percaya diri anak menjadi meningkat.
Bimbingan Belajar Anak

Baca Selengkapnya ....

Tips anak belajar memakai baju sendiri

ditulis oleh : Sri Paryati Friday, 21 November 2014 2 comments
motorik anak 
Bimbingan Belajar Anak - Memakai baju sendiri merupakan hal yang biasa bagi kita orang-orang dewasa, memilih model baju yang ingin kita pakai juga hal yang wajar atau hal yang biasa.  

Akan tetapi jika hal ini ( memakai baju sendiri ) bisa dilakukan oleh balita 2-3 tahun?  

Ini sungguh kebanggaan tersendiri bagi orangtuanya.

Ketika anak mulai masuk di usia 3 tahun,  mereka sudah mengerti bahwa baju tidak hanya untuk menutupi badannya saja akan tetapi mereka juga sudah mengenal gaya dengan memadu padankan atasan dan bawahan. 

Baju seperti apa yang akan dikenakannya dan menurut mereka nyaman di badannya.

Tips agar anak bisa mencoba atau belajar memakai baju sendiri sesuai dengan keiginannya adalah :

  • Penempatan baju yang bisa terjangkau oleh anak.  Tempatkan baju anak di lemari tersendiri yang mudah dijangkau tangan anak.  Jangan meletakkan atau menggantung pakaian anak di tempat yang tinggi.  Ini akan mempersulit ketika anak ingin mengambilnya.

  • Belilah baju dengan jenis yang beragam.  Hal ini akan melatih anak untuk bisa memadu padankan warna, model, serta anak bisa mengetahui jenis baju mana yang nyaman dipakai jika musim panas atau sedang dingin.

  • Beri kesempatan anak untuk memilih baju sendiri.  Orangtua harus memisahkan antara baju yang biasa dipakai dirumah dan baju yang dipakai untuk bepergian.  Jika anak sudah terbiasa membedakan baju sesuai dengan momen nya maka, jika sewaktu waktu anak memilih salah satu baju yang akan dipakai untuk bepergian, orangtua harus menghargai nya.

  • Berilah contoh memakai baju.  Pada saat anda memakai baju, cobalah dilakukan dengan perlahan lahan agar anak bisa mengikuti gerakan gerakan tangan pada saat memakai baju, mengancingkan , atau saat menarik resleting.

  • Beri kesempatan anak untuk mencobanya sendiri.  Jika anak sedang mencoba memakai baju sendiri , maka anda harus sabar dan tak perlu buru buru untuk membantunya.  Biarkan mereka mencoba dengan kemampuannya sendiri.  Pada awalnya pasti anak akan kesal jika kancing bajunya tidak bisa masuk. Inilah saatnya anda untuk membantunya dan hal tersebut bisa dilakukan / dicoba lain waktu.

  • Jangan pernah menertawakan anak jika mereka salah atau tidak bisa melakukannya dengan benar.  Dengan menertawakan maka anda telah menurunkan semangat dan rasa percaya dirinya.  Berilah semangat untuk mencobanya kembali.

  • Beri pujian atas kerja keras anak.  Ketika anak berhasil memakai baju dengan benar alangkah baiknya memberikan pujian.  Anak mama pintar ya....

Baca Selengkapnya ....

Beberapa contoh kata "jangan" yang tidak perlu diucapkan?

ditulis oleh : Sri Paryati Monday, 17 November 2014 3 comments
Kucing kesayangan si Ringgit 
Mendidik dan membimbing anak merupakan kebahagiaan bagi setiap orangtua. Akan tetapi tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melakukan hal tersebut. Ada hal hal yang sebenarnya sepele akan tetapi berdampak sangat besar terhadap tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah penggunaan kata "jangan".

Kata "jangan" memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap tumbuh kembang anak. Kata tersebut akan berdampak pada daya kreatifitas anak. Anak akan merasa terkekang untuk meng ekspresikan kemampuannya.

Kata "jangan" yang selalu diterima anak akan tertanam secara sendiri nya.  Jika kata tersebut sudah mendarah daging di otak anak maka si anak akan berfikir bahwasanya apa saja yang akan dilakukannya sudah barang tentu akan salah atau tidak diperbolehkan. Alhasil anak akan cenderung diam tidak melakukan aktifitas apa-apa yang mengakibatkan si anak tidak bisa berkembang atau tidak berani mengeluarkan setiap ide ide di kepalanya.

Beberapa contoh kata "jangan" yang seharusnya tidak perlu diucapkan adalah :

1. Anak susah untuk diajak tidur siang. Sedangkan mama berharap anak rutin untuk melakukan hal itu.
"Ayo buruan tidur siang JANGAN main terus !".
Sebenarnya ada kalimat lain yang bisa diucapkan tanpa menyebut kata "jangan".
Misalnya saja:
"Bonekanya diajak tidur yuk... pasti bonekanya akan senang kalau bisa tidur dipeluk sama kakak..."
Mungkin kalimat tersebut jauh lebih baik daripada perintah sebelumnya.

2. Bermain air memang salah satu hal yang disukai anak.  Akan tetapi aktifitas ini merupakan salah satu hal yang tidak disukai mama. Ketika anak sedang asyik bermain air dan mama ingin menghentikan aktifitas tersebut maka secara spontan juga mama akan bilang "JANGAN main air!".
Alangkah baiknya mama mengalihkan aktifitas anak dari main air ke aktifitas lainnya tanpa harus menggunakan kata "jangan".

Misalnya saja "Main mobil - mobilan yuk dek.... adek sebelah sana dan mama sebelah sini nanti adek dorong biar mama yang tangkap di sini".
Jauh lebih baik kan?

3. Menanamkan kepada anak dengan sesuatu yang tidak pasti atau tanpa alasan. Misalnya saja "Jangan pernah berbicara atau dekat dengan orang yang baru dikenal".
Kelihatannya memang sepele akan tetapi kalimat tersebut sangat berpengaruh bagi jiwa atau perkembangan anak. Anak belum bisa mengolah kata secara dalam. Apa yang di perintahkan mama pasti alan langsung "ditelan" mentah mentah. Dampak dari kalimat tersebut adalah anak menjadi kurang berani jika berada pada tempat baru. Mereka selalu ingat dengan ucapan "jangan berbicara dengan orang yang baru dikenal". Hal ini justru akan membatasi diri anak itu sendiri.

Kata "jangan" sebenarnya hanya bersifat sementara menghentikan kegiatan anak yang tidak disukai mama hanya pada saat itu saja. Alangkah baiknya menghindari kata "jangan" dalam membimbing anak.  Membimbing serta mendidik anak dengan tulus dan sabar merupakan kunci utama.

Ingat.....mendidik dan Membimbing anak merupakan kebahagian yang luar biasa bagi setiap orangtua.


Baca Selengkapnya ....

Tips aktifitas anak tetap berjalan normal saat musim hujan

ditulis oleh : Sri Paryati Sunday, 16 November 2014 1 comments
aktifitas anak  
Di Indonesia terdapat dua musim yakni musim kemarau dan musin penghujan.  Pada saat musim kemarau, matahari bersinar dengan teriknya. Dijalan raya debu beterbangan dimana mana. Ingin keluar rumah rasanya segan karena panas yang begitu menyengat badan.  Lain halnya ketika musim penghujan tiba.  Udara yang dingin membuat kita menjadi sedikit nyaman.  

Pepohonan juga nampak hijau dimana mana. Akan tetapi jika hujan terus menerus tetap saja ada dampak negatifnya. Banjir, tanah longsor , merupakan beberapa akibat dari hujan yang turun terus menerus.  Serba salah memang kita menyikapinya , jika musim kemarau panjang kita berharap segera turun hujan.  Akan tetapi begitu musim penghujan tiba , kita masih mengeluh bahwasanya hujan mengganggu aktifitas kita sehari hari.

Bagi kita semua yang memiliki buah hati , hujan tentu saja tidak boleh menjadi penghalang bagi anak anda untuk tetap beraktifitas ke sekolah.  Jika anak terbiasa membolos belajar karena hujan turun maka ini akan menjadi kebiasaan sampai dia besar nanti. Ketika mereka sudah besar dan sudah bekerja pada suatu perusahaan maka hal ini suatu saat akan dilakukannya.  Tidak masuk kerja dengan alasan hujan turun, jangan sampai ini terjadi pada anak anda.

action dulu mah....

Sekarang sudah mulai masuk musim penghujan maka hal yang harus dipersiapkan agar aktifitas anak tetap berjalan normal adalah :

  • Persiapkan jas hujan buat anak.  Pilihlah jas hujan dengan model atasan dan bawahan karena model jas hujan ini lebih simple dan tidak mengganggu ketika anak berjalan ditengah guyuran air hujan.
  • Jika memang tempat belajar anak berada tidak jauh dari rumah maka alangkah baiknya orangtua menjemput anak.  Ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.  Yang namanya anak pasti akan tertarik melihat genangan air / air mengalir,  yang ditakutkan adalah mereka penasaran untuk bermain dalam aliran air dan tidak menghiraukan keselamatan mereka sendiri.
  • Sedia obat penurun panas dan obat flu di kotak obat. Karena di musim penghujan anak anak rentan dengan sakit panas dan pilek.


Itulah beberapa tips untuk menghadapi datangnya musim penghujan agar buah hati kita tetap fit dan bisa beraktifitas seperti biasanya.


Baca Selengkapnya ....

Musibah Mengintai Anak Dibalik Eskalator

ditulis oleh : Sri Paryati Thursday, 13 November 2014 2 comments
Anak Hebat 
Melihat serta mendengar berita tayangan televisi, pasti akan membuat kita menjadi lebih berhati-hati jika mengajak anak pergi ke mall atau pusat perbelanjaan yang lain.  Banyak sekali kejadian yang menimpa anak dibawah umur sampai berujung pada cacat fisik seumur hidup atau bahkan kematian.  

Kejadian yang sering kita dengar adalah  anak terjepit eskalator atau tangga berjalan, jatuh dari eskalator atau bahkan jatuh dari lantai atas. Sedangkan kejadian yang baru saja diberitakan di televisi akhir-akhir ini adalah anak tersetrum kabel dari neon box yang tidak tertata dengan baik dan aman.

Dari kejadian seperti diatas, kita tidak bisa 100% menyalahkan pihak mall atau pusat perbelanjaan tersebut.  Kita sebagai orangtua wajib menjaga keamanan buah hati kita dan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang akan terjadi pada anak kita.  Maka dari itu teruslah selalu waspada dengan tingkah laku anak anda.  Jangan pernah memberi kepercayaan sepenuhnya dengan melepas anak sendirian sedangkan orangtua asyik memilih atau berbelanja kebutuhan pribadi. 

Jika memang anda sudah menyadari bahwa anak anda merupakan salah satu anak yang hiperaktif alangkah baiknya jangan pernah pergi ke mall hanya berdua saja.  Ajaklah seseorang yang bisa anda percaya untuk menjaga dan mengawasi anak anda jika sewaktu waktu anda sedang memilih atau berbelanja kebutuhan yang diinginkan.

sumber gambar : google.co.id

Jangan pernah membiarkan anak menaiki eskalator sendirian mekipun mereka meronta dan meminta untuk berdiri sendiri.  Pegang tangannya karena anak kecil memiliki keseimbangan yang belum begitu baik dibandingkan dengan orang dewasa pada saat menaiki tangga berjalan atau eskalator.

Pengawasan orangtua pada saat berada di mall atau dimanapun berada akan mengurangi resiko kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan pada anak. Hilangkanlah kepentingan pribadi anda hanya untuk mendapatkan barang yang diinginkan agar keselamatan buah hati anda tetap terjaga.

Semoga bermanfaat....


Baca Selengkapnya ....

Pentingnya Melatih Motorik Halus Anak

ditulis oleh : Sri Paryati Sunday, 9 November 2014 1 comments
Trio nying-nying | 
Keterampilan menulis termasuk dalam keterampilan motorik halus ketika seorang anak sudah cukup mampu melakukan kegiatan motorik kasar seperti melompat, melempar, hingga berjalan cepat atau lari.  

Pencapaian motorik kasar anak biasanya pada saat anak berusia 3 tahun sedangkan motorik halus akan dicapai sesudahnya. Salah satu cara melatih motorik halus ketika anak berusia 3 tahun adalah dengan memegang alat tulis.

Kemampuan motorik halus yang terkait langsung dengan keterampilan menulis adalah ketika anak memegang alat tulis.  Ini bisa dilihat saat jari anak mulai terampil dalam mewarnai gambar maupun menebalkan garis putus-putus. 

Apabila hal ini terus diasah dan dilatih dalam suasana yang menyenangkan serta nyaman akan didapatkan hasil dengan kualitas tulisan maupun gambar yang rapi dan mudah untuk dibaca. 

Kegiatan yang bisa menstimulasi kemampuan motorik halus anak diantaranya adalah :
  • Mewarnai gambar.  Kegiatan mewarnai gambar melatih anak untuk mengasah kemampun motorik halusnya sebagai salah satu sarana untuk mempersiapkan kemampuan menulis.  Dalam melakukan kegiatan ini hal yang diperhatikan oleh orangtua adalah :  1).Pilihlah gambar yang akan diwarnai dengan gambar yang disukai anak.   2).Mulailah dengan memberinya gambar yang sederhana, mudah dan sering dilihat oleh anak. Jika hal ini sudah bisa dikuasai oleh anak maka tahap gambar bisa ditingkatkan ke model yang lebih sulit.  3).Jangan pernah memaksa anak untuk mewarnai gambar yang dipilih oleh mama sedangkan anak tidak menyukainya.  4).Jangan pernah mencela setiap hasil gambar anak.  5).Meskipun mereka mewarnai sampai keluar batas garis, berantakan.  6).Ini akan membuat anak menjadi tertekan dan kehilangan semangat untuk mewarnai. 7).Beri kebebasan anak untuk mewarnai sesuai yang diinginkannya. Ini akan mengembangkan imajinasi dan kreatifitas anak.

  • Menebalkan titik-titik.  Kegiatan ini bertujuan utnuk melatih anak dengan konsep yang benar yaitu dari kiri ke atas dan dari atas ke bawah.  Apabila anak sudah bisa menulis dengan konsep yang benar maka secara bertahap ditingkatkan dengan latihan menulis angka.

  • Menggunting dan menempel.  Gerakan halus yan dilakukan anak pada saat menggunting dan menempel akan melatih jari jemari sehingga anak akan lebih mudah untuk menulis. Menggunting dan menempel juga melatih koordinasi tangan, mata, serta konsentrasi yang dibutuhkan anak untuk fokus pada satu aktifitas termasuk menulis.


Jangan pernah mengutamakan hasil akhir dari apa yang dikerjakan oleh anak yang masih dalam proses belajar, akan tetapi proses dibalik hasil tulisan gambar tersebut adalah hal yang paling penting lebih diutamakan. 

Baca Selengkapnya ....

Pentingnya Menulis Bagi Anak

ditulis oleh : Sri Paryati Friday, 7 November 2014 2 comments
imajinasi anak-anak  
Banyak orang tua beranggapan bahwa menulis atau lebih tepatnya, memiliki kebiasaan menulis sangatlah penting.

Akan tetapi tidak semuanya ingin melakukannya.

Inilah yang harus dicari tahu penyebabnya.  Mengapa?

Ini dikarenakan menulis belum menjadi kebiasaan sehingga dianggap sulit.

Jika kita sudah terbiasa, sebenarnya hal ini sangatlah mudah.  Maka dari itu alangkah baiknya kita mengenalkan kebiasaan menulis untuk anak-anak sejak usia sedini mungkin.  Dengan menulis maka anak akan bisa menumpahkan segala pikiran, perasaan, serta pengalamannya melalui tulisannya.

Seorang anak bisa mengungkapkan perasaannya melalui tulisan, meskipun tulisannya masih berupa gambar maupun coretan.   Melalui tulisan sebagai orangtua dapat mengetahui pikiran atau perasaan anak pada saat itu.

Salah satu contoh tulisan anak yang berupa sebuah gambar, bisa menjadi ungkapan perasaannya adalah ketika anak membuat gambar wanita dengan gigi yang runcing serta berkuku panjang dan ada tanduk di kepala serta yang lebih memperjelas lagi dibawah gambar diberi tulisan "mama". Tentu saja mama akan mengetahui maksud dari gambar anak tersebut. Dengan gambar tersebut mama bisa introspeksi diri apakah selama ini mama terlalu galak sama anak dan mama bisa memperbaikinya.

Lain halnya jika anak membuat gambar wanita dengan sayap di punggungnya, membawa tongkat dengan ujung bintang dan dibawah gambar diberi tulisan "mama". Gambar ini sudah bisa menceritakan bahwa anak menganggap mama nya adalah seorang peri baik hati yang selama ini merawat dan mengurusnya dengan baik.

Dari peristiwa diatas menunjukkan bahwa kegiatan menulis atau menggambar memberikan banyak manfaat bagi kita. Dengan melihat begitu pentingnya menulis maupun menggambar maka sebagai orangtua, wajib memotivasi anak agar membiasakan menulis merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan.

Semoga bermanfaat ya...

Baca Selengkapnya ....

Cara Menangani Keterlambatan Bicara Pada Anak

ditulis oleh : Sri Paryati Wednesday, 5 November 2014 1 comments
ta..ta..tata...ta..
Terkadang muncul berbagai macam pertanyaan yang intinya semua sama, jika anak belum bisa bicara dengan lancar padahal usianya sudah mencukupi.  Bahkan usia anak tersebut sudah terpaut jauh dibandingkan dengan anak-anak lain yang usianya sama.  Hal ini akan selalu menjadi pikiran serta pertanyaan dalam diri orangtua tentunya. 

Penyebab dari seorang anak yang mengalami keterlambatan dalam bicara sangatlah banyak.  Ada yang mempunyai kasus ringan dan ada juga yang kasusnya berat.  Ada yang bisa membaik pada usia tertentu bahkan ada juga yang sulit untuk membaik bahkan proses yang dilalui sangatlah panjang atau lama.  Proses membaca sangat berkaitan dengan kelancaran anak dalam berbicara karena jika anak tersebut mengalami keterlambatan berbicara, maka sangatlah sulit bagi anak untuk bisa membaca dengan lancar.

Apabila seorang anak tidak diberi kesempatan untuk mengekspresikan dirinya sejak usia dini akan cenderung menjadi pendengar pasif.  Ini terjadi karena orangtua terlalu memaksakan kehendaknya tanpa memberi kesempatan anaknya untuk memberi umpan balik. sehingga anak akan mengalami keterlambatan dalam berbicara.

Hal yang perlu diperhatikan ketika anak mengalami keterlambatan berbicara diantaranya adalah :
  • Beri kesempatan anak untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. hal ini akan merangsang anak agar lebih termotivasi untuk belajar berbicara dan perlu diperhatikan juga bahwa sosialisasi anak dilakukan secara bertahap.  Jangan pernah memaksakan kehendak kepada anak jika mereka belum siap untuk melakukannya.
  • batasi anak dalam menonton televisi. Perhatikan pada saat anak menonton acara televisi, anak akan merasa nyaman dengan tayangan gambar yang bergerak. Hal inilah yang meyebabkan berkurangnya ketertarikan anak dengan benda / hal hal lain di sekitarnya. Akibatnya anak akan cenderung pasif, kurang peka serta kurang fokus pada saat beriteraksi dengan lingkungan.
  • Mengajarkan anak untuk mengenal kata sederhana yang mudah diucapkan dan bermakna. Pengenalan kata kata sederhana tentunya juga melalui tahapan tahapan. Dimulai dengan kata yang terdiri dari kata yang bersuku kata kembar misalnya saja MAMA, PAPA, GIGI, SUSU. Jika anak sudah memahami / bisa mengikuti mengucapkan kata tersebut maka bisa dilanjutkan dengan memperkenalkan kata selanjutnya yaitu kata yang terdiri dari dua suku kata yang berbeda, misalnya BOLA, MATA, KAKI. Tahapan pengenalan kata selanjutnya adalah mengenalkan kata sederhana yang terdiri dari 5 huruf seperti BALON, MOTOR, MOBIL, dsb. Menagapa harus melalui tahapan tahapan seperti ini?  karena jika anak tidak melalu proses bertahap maka akan sulit untuk mengucapkan sehingga berdampak akan malas untuk berbicara.
  • Ajak anak untuk berkomunikasi. Ketelatenan orangtua dalam membacakan buku cerita akan menambah kosakata dalam otak anak.  Meskipun anak belum bisa berbicara dengan baik. 
  • Beri support buah hati anda.  Memberi pujian pada saat anak melakukan sesuatu hala akan mebuat semangat anak menjadi semakin etrpancing untuk beriteraksi dengan lingkugan. Anak akan merasa senang dan akan berani untuk mengulanginya kembali yaitu proses komunkasi dan interaksi. 

Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi semuanya....

Baca Selengkapnya ....

Bagaimana Cara mengatasi anak CAPER ?

ditulis oleh : Sri Paryati Tuesday, 4 November 2014 2 comments
Kekompakan yang Terlihat 
Kebanyakan anak berusia 3-6 tahun, mempunyai sikap maupun tingkah laku yang berlebihan contoh sederhana bisa digambarkan dengan adanya tamu yang berkunjung ke rumah anda.

Sebut saja rekan kerja atau saudara anda sendiri, tingkah laku anak akan terlihat berbeda dari biasanya atau bahasa gaulnya ANAK CAPER.  Sikap anak menjadi lebih tidak terkendali atau over aktifitas di banding dengan kebiasaan sehari-harinya.  

Bisa diamati dengan kebiasaan anak yang terkontrol dan terkendali, seperti duduk manis melihat tv, bermain dengan mainan atau benda kesayangannya.

Tingkah laku anak mulai berubah ketika ada tamu yang berkunjung kerumah, mereka akan bersikap lain dari biasanya.  Anak akan mulai cari-cari perhatian dengan kata lain CAPER dan berlari kesana kemari, mengeluarkan semua mainan yang sudah disimpan dengan rapi dari tempatnya, berteriak-teriak, atau hal-hal lainya, dimana dengan membuat kacau suasana yang ada.

Perubahan Ini sangatlah wajar bagi kebanyakan anak yang berusia 3-6 tahun, karena anak ingin memperlihatkan keberadaannya di hadapan tamu yang melihat tingkah lalu anak tersebut.  Sikap anak tersebut merupakan salah satu cara anak untuk memperkenalkan dirinya.  Jadi bagi orang tua saat anaknya mengalami perubahan tingkah laku yang berbeda dari biasanya janganlah langsung menegur maupun memarahi anak tersebut,  untuk diam dan jangan membuat kekacauan lagi.

Hal yang harus dilakukan jika anak CAPER atau mencari perhatian dengan melakukan kegiatan yang tidak seperti biasanya saat ada tamu adalah :

  • Segera mungkin perkenalkan anak dengan tamu yang datang kerumah dengan tujuan anak akan merasa bahwa dirinya sudah dikenal serta anak akan merasa dirinya dilibatkan dalam setiap kegiatan yang ada di rumah. 
  • Libatkan anak dalam percakapan ringan.  Biasanya pada saat awal percakapan, terlebih dahulu dimulai dengan percakapan-percakapan ringan mengenai kabar serta kegiatan sekarang-sekarang ini.  Anak akan merasa senang bisa berkumpul dan ikut berbicang dengan para tamu tersebut.
  • Jika pembicaraan sudah mulai masuk pada intinya (urusan pekerjaan, dll), maka alangkah baiknya anak untuk diajak pergi dari pembicaraan tersebut.  Peran mama dalam hal ini sangat penting yaitu mengalihkan kegiatan anak ke hal yang lain agar tidak mengganggu obrolan tamu yang datang.

CAPER atau Cari Perhatian lebih ketika ada tamu yang datang memang dialami oleh setiap anak.  Anda sebagai orang tua tidak perlu khawatir karena seiring berjalannya waktu fase atau masa-masa tersebut akan terlewatkan juga, jadi dinikmati saja dan tetaplah memberi kasih sayang kepada anak-anak anda.

Baca Selengkapnya ....

Mengapa Anak Keras Kepala dan Suka Melawan?

ditulis oleh : Sri Paryati Sunday, 2 November 2014 2 comments
Author Bimba 
Usia anak-anak masih sangat mudah untuk diberitahu atau dinasehati, jika anak melakukan kesalahan atau aktifitas yang dilakukan sangat berbahaya

Sebagai orang tua biasanya sangat khawatir dengan apa yang dilakukan anaknya tersebut, hanya dengan menggelengkan kepala saja, mereka sudah mengerti kalau aktifitas tersebut tidak boleh dilakukan, seiring dengan bertambahnya usia anak, mereka akan menjadi semakin pintar juga.  

Terutama daya fikir mereka juga semakin berkembang.  Apapun yang ingin mereka kerjakan pasti akan dikerjakannya, meskipun terkadang sedikit berbahaya untuk anak seusia mereka.

Orang tua terkadang merasa kerepotan juga, ketika menasehati anak, tapi tidak mereka dengarkan, setiap anak akan mempunyai berbagai alasan terkadang mempunyai sifat lebih keras kepala dan akan melawan jika dinesehati.  

Seringnya muncul pertanyaan yang akan ditanyakan orang tua tentang, Mengapa Anak Keras Kepala dan Suka Melawan?

Sebelum dijawab, alangkah baiknya jangan pernah Anda menyalahkan anak, karena ini merupakan salah satu fase atau pertumbuhan yang akan dilalui oleh setiap anak sesuai dengan usianya.  Mereka beranggapan bahwa dirinya merupakan pribadi yang independent dari orang-orang disekitarnya dan tidak terkecuali orang tua mereka sendiri.

Maka cobalah untuk faham tentang Hal yang harus diketahui Orang tua, mengenai penyebab mengapa mereka melawan Anda, mungkin dibawah ini bisa menjadi gambaran atau ulasan yang bisa anda perlu ketahui : 
  • Bisa dari anda sebagai orangtua yang secara tidak langsung mengajarkan kekerasan.  Cobalah untuk introspeksi diri apakah anda sering bertengkar di hadapan anak anda.  Ini akan menjadi contoh yang tidak baik.  Jika memang ada permasalahan dalam rumah tangga alangkah baiknya diselesaikan dengan baik baik tanpa ada pertengkaran.

  • Setiap orangtua pasti ingin membahagiakan buah hatinya.  Apapun yang menjadi kebutuhan anak pasti akan dicukupi.  Segala sesuatu yang diinginkan anak sudah pasti akan diwujudkan. tapi ingat, ini akan menjadi boomerang bagi orang tua.  Jika suatu saat anda tidak bisa mengabulkan permintaan anak, tentu anak akan protes dan melawan.  Inilah dampak dari orangtua yang terlalu memanjakan dan selalu memberikan apa yang diinginkannya.  Cobalah untuk memberin sesuai dengan kebutuhannnya saja.  Tidak perlu berlebihan untuk memanjakan anak.

  • Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan atau usahanya terkadang tidak ada waktu untuk bersama dengan keluarga.  Ini akan membuat ikatan batin antara anak dan orangtua menjadi renggang.  Kurangnya kasih sayang juga berpengaruh terhadap perilaku anak.  Cobalah luangkan sedikit waktu untuk bermain dengan buah hati.

  • Jangan pernah menyalahkan anak, jika anak memiliki sifat yang keras kepala, cobalah untuk introspeksi diri dengan perilaku yang kita lakukan (orang tua) selama ini.  Berikan kasih sayang yang cukup kepada buah hati anda.  Rasa sabar dalam mendidik anak menjadi kunci utamanya.
Semoga bermanfaat denga ulasan singkat diatas...

Baca Selengkapnya ....

photo of Sri
Sri Paryati @mbak siphe | Google
Bimbingan Belajar Anak
  • Artikel Blog Ini di RSS feed | With feeds feedburner Blog In here !!!
  • Pengikut / Ikuti perkembangan Blog | Follower and Sign in with Google friends
  • Kumpulan Artikel Berita Indonesia | Collection of Indonesian News Articles
  • Buku tamu dan kunjungan blog | Visit and Blogwalking in here
  • Perkembangan Anak Usia Dini | Early childhood development
  • | Contact Email | Disclaimer | TOS/T$C | Prifacy Policy | Copyright of 2016 | Bimbingan Belajar Anak | My Ping in TotalPing.com |